Pantai Tanjung Benoa Segera Dilengkapi Balawista

Pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan yang merupakan pusat aktivitas water sport di Bali akan segera dilengkapi dengan Pos Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). Sekarang proyek pos Balawista sedang dikejakan dengan menghabiskan dana sebesar Rp 221 juta lebih yang bersumber dariABPD Induk 2011.

Penataan Sarana dan Prasarana Obyek Wisata Pembuatan Pos Pengawas Balawista di Pantai Tanjung Benoa. Rencananya Balawista Pantai Tanjung Benoa ini akan mulai beroperasi pada tahun 2012 mendatang. Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Badung, Cokorda Raka Darmawan mengatakan sekarang proyek sudah berjalan dan ditargetkan pada akhir tahun ini sudah rampung.

Pihaknya juga sudah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan ditempatkan di Pos Balawista tersebut. Disebutkan jumlah petugas di Pos Balawista Pantai Tanjung Benoa sebanyak 8 hingga 10 orang. “Sekarang proyek sudah jalan, dan kita targetkan selesai pada akhir tahun ini. Dan rencananya bisa beroperasi tahun 2012 nanti. Petugasnya juga sudah kita siapkan, namun berbeda dengan petugas di pos balawista lainnya. Peralatan nanti juga berbeda dengan peralatan yang ada di pantai lain,” jelas Cok Darmàwan. Alasannya, Pantai Tanjung Benoa merupakan kawasan wisata bahari, sehingga petugas yang akan ditempatkan harus benar benar yang sudah menguasai medan. Dikatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan
Gabungan Pe gusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Tanjung Benoa. Dari koordmasi tersebut, pihak LPM sudah mempersiapkan tenaga yang bakal ditempatkan sebagai petugas Balawista.

Lebih lanjut Cok Darmawan menjelaskan petugas balawista nanti akan dibagi menjadi dua shift, yaitu pagi dan sore.  Selain itu, dalam waktu
dekat pihaknya akan menggelar pelatihan Balawista yang bisa diikuti oleh masyarakat umum. Disinggung mengenai peralatan ia mengaku masih ada kekurangan. Termasuk pos Balawista juga masih kurang dibandingkan dengan luas pesisir pantai yang ada di wilayah Badung. Dicontohkan di Pantai Canggu, juga terdapat titik-titik pantai yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Khusus untuk peralatan  pihaknya sudah mengajukan anggaran pada APBD induk tahun anggaran 2012 nanti. Sebelum bertugãs, tentu akan ada pelatihan lebih dulu, sehingga bisa melaksanakan tugas secara baik. Kita akan adakan pelatihan pada Oktober ini, bukan hanya balawista yang kita miliki saja, petugas lain seperti dari hotel dan kolam renang bisa mengikuti pelatihan ini,” tandas Cok Darmawan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pelestari Penyu di Perancak – Bali

Sejak beberapa tahun, habitat penyu di perairan Bali cukup memprihatinkan, bahkan nyaris punah. Berkurangnya salah satu primadona binatang laut ini tidak lain karena ulah manusia sendiri dengan memburunya. Padahal, upaya melestarikan penyu bisa dilakukan bila ada kemauan dan kesadaran semua pihak. Kesadaran ini haruslah dipupuk sejak usia dini bahwa penyu patut dilindungi.

Di Desa Perancak Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana, sejumlah orang yang peduli atas habitat penyu di perairan Bali, tahun 1997 lalu, membentuk kelompok pelestari penyu. Uniknya, munculnya kelompok ini justru diprakarsai dari para mantan pemburu penyu yang akhirnya insaf. Oleh pendirinya, Wayan Tirta (67), kelompok itu dinamai Kurmaasih dengan pendampingan dan bantuan dari WWF. Namun beberapa tahun belakangan ini kelompok yang memiliki belasan relawan ini melakukannya secara mandiri mengandalkan bantuan dari donatur. Tirta sendiri sebelumnya merupakan pemburu penyu dan membentuk kelompok bernama Ramayana yang khusus memburu penyu. Namun sejak pertengahan 1980-an, Tirta sadar dengan mulai punahnya penyu. Hingga akhirnya pada tahun 1997, ia membentuk kelompok pelestari bersama sejumlah anak muda yang juga peduli penyu. “Saya sadar bahwa itu juga makhluk Tuhan, dan ketika saya mendapatkan kesempatan untuk menebus, saya dirikan kelompok ini,” terangnya.

Kelompok ini tidak memelihara penyu hingga dewasa, melainkan hanya mengumpulkan telur-telur penyu yang tersebar di pesisir pantai Jembrana. Telur ditunggu hingga menetas menjadi anak penyu (tukik). Setelah beberapa minggu, tukiktukik itu kemudian dilepasliarkan di Pantai Perancak. Kepala Kelompok Pelestari Penyu Kurmaasih, I Wayan AnomAstika Jaya, mengatakan cara ini lebih efektif agar penyu bisa beradaptasi langsung dengan alam liar. Namun, dari 1.000 tukik yang dilepasliarkan, mungkin hanya satu atau dua yang berhasil hidup hingga usia dewasa dan siap bertelur. Tukik-tukik yang tidak siap bertahan hidup akan dimangsa predator yang lebth besar di laut. “Perlu waktu hingga 20 sampai 30 tahun sampai penyu-penyu itu siap bertelur. Tidak semua tukik yang disebar bisa hidup. Sudah seharusnya kita ikut melestarikan penyu-penyu ini untuk anak cucu kita,” tandas Anom.

Menurut pria asal Perancak ini, kesadaran untuk melestarikan penyu harus dilakukan sejak usia dini. Seperti yang dilakukan kelompok ini, Sabtu 6 Agustus 2011 lalu yang memberikan kesempatan anak-anak TK Wira Kusuma Perancak melepasliarkan sekitar 300 tukik. Di antara ratusan tukik itu, beberapa baru menetas dari telur. Dengan melibatkan anak-anak usia dini ini, diharapkan paling tidak mereka bisa mencintai penyu atau bahkan ikut melestarikannya.

Di Perairan Jembrana terdapat tiga jenis penyu yakni Lekang, Belimbing, dan Sisik. Akan tetapi yang paling sering ditemui adalah penyu jenis Lekang. Musim kawin penyu  ini hanya sekali dalam setahun dan terpanjang dibanding dua lainnya, yakni antara bulan April hingga September. Dalam sekali bertelur, penyu jenis Lekang bisa menghasilkan 300 telur. Telur-telur yang ditemukan masyarakat sekitar, baik di pesisir Perancak,Yehembang, hingga Pekutatan, diganti dengan nilai Rp 1.200 per telur. “Dana itu selain dan donatur, kita juga dapat bantuan dari Pemkab, tetapi tahun ini menurun,” ujar Anom.

Pihaknya menyadari, bila pelestarian ini tidak disokong oleh pemerintah dan donatur, jelas akan kesulitan political will, menurutnya juga sangat penting untuk mendukung pelestarian dengan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap konservasi penyu. Saah satu contohnya, pembatasan pembangunan di bibir pantai yang menjadi sarang penyu. Penyu akan terdesak mencari tempat bersarang dan bertelur bila pantal habis dicaplok bangunan vila. Pihaknya setuju dengan pariwisata, namun keduanya harus berjalan saling mendukung.

Tags: , , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar Cek Dermaga Cruise Tanah Ampo

Pasca promosi ke Miami Florida tentang kesiapan Dermaga Cruise Tanah Ampo Manggis, Karangasem, Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Dr. Sapta Nirwandar melakukan kunjungan incognito dan ceking ke lokasi guna mengetahui dari dekat kondisi dermaga cruise serta mengetahui evaluasi pasca kedatangan cruise perdana melalui phontoon jetty.

Pada kunjungannya ke Karangasem, Jumat (1/4 2011), Dirjen Sapta Nirwandar didampingi Sekretaris Dirjen Pemasaran Pariwisata Fathul Bahri dan Direktur Promosi Luar Negeri Noviendi Mahalam, diterima Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H., Sekda Drs.
I Nengah Sudarsa, M.Si., Ketua Bappeda I Wayan Arthadipa, S.H., M.H., Asisten II Drs. I Made Sujana Erawan, MAP., Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) I Wayan Puma, S.Sos., stafahli I Gusti Ketut Sadia, B.Sc. dan sejumlah pejabat terkait di Pemkab Karangasem.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg berterima kasih kepada Dirjen Pemasaran dan Pariwisata Kementerian Budpar RI Sapta Nirwandar yang banyak membantu pembangunan Dermaga Cruise Tanah Ampo, khususnya terkait pemasaran pariwisata wilayah itu. Kapal cruise pertama lego jangkar di Dermaga Cruise Tanah Ampo dengan menggunakan Phontoon Jetty dinilai berhasil. Keberhasilan uji coba ini mendapat sambutan antusias dan mengesankan Kapten Kapal Cruise MV. Volendam. Ini menjadi starting point bagi Dermaga Cruise Tanah Ampo sekaligus evaluasi langsung atas berbagai kekurangan.

Bupati Geredeg mengisyaratkan, ke depan segera melakukan perubahan dalam mempersiapkan kedatangan cruise yang akan singgah dan menurunkan langsung wisatawan di dermaga cruise melalui bantuan Phontoon Jetty. Keberadaan Dermaga Cruise Tanah Ampo di samping ditunjang bahan bakar dan Depo Pertamina Manggis juga disuplai air bersih dengan kualifikasi A dan sumber air baku Sungai Telaga Waja yang kini telah siap melayani kapal cruise.

Karangasem juga menyiapkan akomodasi hotel di kawasan pariwisata Candidasa, hasil pertanian, buah-buahan dan bahan makanan lainnya. Klinik Internasional Penta Medika, paket hiburan seni budaya, pasar seni serta hasil kerajinan khas Karangasem.
Dirjen Dr. Sapta Nirwandar merasa terkesan dan menyambut antusias keberadaan Dermaga Cruise Tanah Ampo. Dia akan membantu sepenuhnya untuk memberdayakan secara maksimal sekaligus memasarkan dermaga untuk kedatangan cruise-cruise yang lain ke depan. Kendati belum selesai dibangun, menurut Sapta Nirwandar, sudah sangat layak dan representatifuntuk difungsikan dengan menambah dua Phontoon Jetty di kanan dan kiri dermaga, sehingga lebih cepat bisa menurunkan wisatawan cruise.
Ia bakal berupaya mendorong agar pengelolaan dermaga cruise ke depan dapat dilakukan Pemkab Karangasem bekerja sama dengan pihak profesional melalui mekanisme aturan hukum yang ada, sehingga Karangasem bisa memperoleh income daerah guna mencapai kemajuan daerah. Dirjen Sapta sempat berkeliing dermaga untuk mengetahui profil dermaga sesungguhnya. Ia tertarik untuk mengembangkan kegiatan marina disamping dermaga untuk memberikan akses aktivitas kapal-kapal kecil (yacht), sehingga bisa meramaikan pelabuhan cruise. Ia mengharapkan  penataan selanjutnya  lokasi pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo, memiliki kekhasan dan daya tarik yang spesifik sehingga cruise dunia menemukan sesuatu yang lain ketika bersandar dan singgah di Tanah Ampo.

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pelabuhan Tanah Ampo Bali Siap Melayani Puluhan Kapal Pesiar

Penyempurnaan pembangunan pelabuhan khusus kapal pesiar di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali, memberikan peluang melayani puluhan kapal pesiar setiap tahunnya, masing masing dengan bobot 18.000 DWT dan ukuran panjang mencapai 220 meter. “Diperkirakan setiap tahun mampu melayani sedikitnya 37 kapal, masing-masing mengangkut lebih dan 3.000 penumpang yang melakukan pelayaran ke sejumlah negara di belahan dunia,” kata Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Jumat (11/3) kemarin.
Bupati mengatakan, dermaga yang diperlukan untuk melayani kapal-kapal besar itu hanya dua pertiga dan panjang kapal besar itu untuk sandar. Hasil kajian terhadap kehadiran pelabuhan khusus kapal pesiar Tanah Ampo mendorong implementasi kerja sama pemerintah-swasta (KPS), sebagai upaya pengembangan dan penyempurnaan pelabuhan khusus kapal wisata di daerah ujung timur Pulau Bali.

Oleh sebab itu, Pelabuhan Tanah Ampo memberi sebuah peluang yang sangat baik untuk mengembangkan terminal kapal pesiar dengan standar internasional sekaligus menjadi penghubung pengembangan pariwisata di Pulau Bali. Bahkan, pengembangan dermaga cruise Tanah Ampo, menurut Bupati Geredeg, merupakan satu-satunya proyek yang dikembangkan dengan skema KPS. Dengan demikian keberadaan dermaga yang kini memiliki panjang 154 meter masih berpeluang diperpanjang, sehingga bisa menampung kapal besar dengan empat tempat sandar dalam perkembangannya di masa mendatang.

Guna memantapkan pengembangan dan penyempurnaan pelabuhan kapal pesiar tersebut, Pemkab Karangasem melakukan pertemuan dengan konsultan Smec asal Australia yang dipimpin Peter Benson serta melibatkan Kementerian Perhubungan RI, Pemprov Bali dan pthak teknis terkait lainnya. Pertemuan yang berlangsung di kawasan wisata Sanur, menurut Bupati I Wayan Geredeg, dimaksudkan untuk menyamakan persepsi menyangkut pola kerja sama pemerintah-swasta (KPS).

Dalam pertemuan itu sekaligus dibahas rancangan kerja sama yang telah dirampungkan konsultan menyangkut kerangka acuan dan rencana kerja sementara. Lewat pertemuan itu telah dicapai langkah maju dalam penyamaan persepsi maupun pandangan dengan konsultan serta pthak terkait dan pusat ke daerah.
“Sejumlah agenda ke depan meliputi pengembangan termasuk tender pembangunan dermaga lanjutan dan aspek pengelolaan pelabuhan. Sementara program jangka pendek menekankan rencana operasional Sementara dan fungsi dermaga serta rancangan promosi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ke Miami Florida, Amerika Serikat,” tuturnya.

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS